SELAYANG PANDANG DAARUL QUR’AN SOLO RAYA

Perjalanan Yayasan Daarul Qur’an Surakarta dengan amal usaha unggulan yaitu Pesantren Tahfizh adalah sebuah keajaiban do’a dan ikhtiar dari semua pihak. Sama dengan Daqu Pusat, di awal berdirinya kami masih kecil dengan puluhan santri. Namun dengan do’a yang terus menerus, ikhtiar yang istiqomah membuahkan hasil, perkembangan yang ajaib. Hanya karena campur tangan Allah, Daarul Qur’an bisa berkembang dengan pesat dan luar biasa. Kami akan sampaikan selayang pandang Daarul Qur’an dengan foto dan sedikit narasi.

Pada 29 maret 2008 Wisata Hati Solo Raya mengadakan acara “Inspiring Seminar” di Pendhopo Balaikota Surakarta yang di hadiri ribuan jama’ah. Yang mengisi acara adalah Ust Yusuf Mansur, sebagai Da’i mudah dengan terkenal tausiyahnya “Keajaiban Sedekah” dan Matematika Sedekah.

Saat acara tersebut, surban beliau Ust Yusuf Mansur di gelar, dan miracle terjadi, alhamdulillah malam tersebut terkumpul dana sekitar 260 an juta rupiah. Dan ust Yusuf Mansur minta dana tersebut untuk modal awal mendirika Pesantren Tahfizh. Sebuah tantangan yang bagi pengurus Wisata Hati saat itu sesuatu yang agak mustahil, mengingat background pengurus mayoritas Pengusaha dan bukan kyai atau ustadz.

Di tengah tengah membahas rencana untuk menjawab tantangan ust Yusuf Mansur, keajaiban datang. Bp Adib Ajiputra selaku Ketua Wisata Hati di hubungi salah seorang Pengusaha Solo yang berniat meminjamkan Bangunan Pondok dan Masjid di daerah Paulan. Dan sesuai arahan Ust Yusuf Mansur akhirnya di wakafkan Pondok dan Masjid ke Daarul Qur’an dan sebagai Pondok rintisan pertama kali di Solo.

Ada empat Dewan Asatidz yang ikut mengawali dan merumuskan kurikulum dan cikal bakal Pesantren Tahfizh yaitu : Ust Syihabudin (Pimpinan Isy Karima), Ust Aris Munandar (Dewan Da’wah Indonesia Surakarta), Ust DR Muinudillah (Dosen UMS) dan Alm Ust Dzikron (ustadz Q-On Air di MQFM Radio).

Santri pertama kali, kita rekrut 30 santri dengan background Yatim Piatu dan Dhuafa dan Gratis sama sekali. Dan alhamdulillah perjalanan sejarah Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an di mulai 8 Agustus 2008 dan yang menyampaikan Khotbah Iftitah adalah Kyai Yusuf Mansur langsung.

Tahun kedua, pondok dengan luas 600m2 masih muat untuk 50an santri. Dan dengan tambahnya santri sudah tidak muat. Akhirnya kita kontrak rumah sebelah barat pondok untuk pondok dan kegiatan belajar mengajar. Sangat sederhana ruangannya. Namun dengan ketulusan doa seluruh santri, orang tua santri, ustadz, guru dan pengurus Allah mulai membukakkan jalan solusi yang di luar perkiraan kita.

Dan keajaiban juga terjadi. Saat Daarul Qur’an Solo masih tertatih tatih belum memiliki Gedung Pondok yang besar, justru di Karangmojo Karanganyar ada donatur yang mewakafkan bangunan 2 lantai dan juga masjid. Dan di resmikan oleh Bupati Karanganyar bersama Ust Yusuf Mansur.

Tidak berselang lama, Daarul Qur’an Sukoharjo juga di dirikan dengan Support dari Bupati dan Wakil Bupati dengan mengoptimalkan Gedung SD untuk di rehap menjadi Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an.

Pada tahun 2011, mempertimbangkan kemaslahatan akhirnya kerjasama dengan Pihak Kementerian untuk di LP Gladak menjadi percontohan dengan mendirikan Daarul Qur’an Di Rutan dengan “santri dan santriwati” penghuni rutan. Sebuah tantangan da’wah yang sangat mulia.

Pada tahun 2012 kita bangun Masjid Ahmad Maryam sebagai pusat kegiatan Santri. Dan lantai dua juga untuk kegiatan belajar mengajar. Ada pengusaha yang sedekah dana untuk bangun masjid. Dan alhamdulillah, pada tahun 2014 kita dirikan Pesantren 3 lantai yang bisa menampung 200 an Santri. Dari dana hibah Kemenpera.

Dan tahun 2015, ada donatur besar yang mewakafkan tanah seluas 2 hektare dan bangunan 2 lantai untuk Pesantren Daarul Qur’an di Sragen. Di Daqu Sragen untuk tingkat SD dan SMP.

Dan keajaiban yang sangat luar biasa, di saat mau membangun gedung Pondok di Paulan ada seorang donatur, seorang ibu ibu usia 70 tahun, berkomitmen membangunkan pondok 4 lantai. Dan alhamdulillah Gedung Ismail diresmikan langsung oleh Kyai Yusuf Mansur.

Untuk Santri dari beberapa Cabang Solo, Sukoharjo, Karanganyar dan Sragen total 600 an. Dan semoga seluruh amal jariyah dari donatur Daarul Qur’an di balas Allah dengan pahala dan keberkahan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Dan pengembangan Daarul Qur’an terus berlanjut. Dan akan kami update terus menerus data datanya. Terima kasih