“Gimana sebulan di Pesantren? Udah betah atau masih kangen rumah”, tanya Ustadz Jameel mengawali pembicaraan malam ini. Alhmdulillah dalam perjalanan kembali ke Jakarta, Ustadz Jameel menyempatkan silaturahim ke Daarul Qur’an Solo untuk memberikan motivasi kepada santri dan santriwati di sini.

Memang masih hangat topik pembicaraan kehidupan santri baru di pesantren. Tak berbeda jauh dengan Daarul Qur’an di pusat, banyak santri yang menangis saat telfon dengan orang tua, menangis di kamar mandi, bahkan ada beberapa santri yang sakit karena belum terbiasa jauh dengan orang tua. Namun tak sedikit pula mereka yang dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan pondok pesantren.

Ustadz Jameel menjelaskan bahwa beliau punya salah seorang santri yang luar biasa. Dia telah menempuh pendidikan dan hidup di lingkungan pesantren selama kurang lebih 13 tahun. Mulai dari Sighor (SD), SMP, SMA di Daarul Qur’an. Bahkan setelah lulus pun mengabdi di Daarul Qur’an. Waah keren yaa..

“Saya selalu punya cara untuk memotivasi dan mempertahankan santri-santri untuk tetap bertahan di pondok pesantren. Saya selalu mengatakan begini, Ananda kalo ngga betah di pondok selama seminggu, coba dulu sebulan. Sebulan belum betah, coba setahun. Setahun masih belum betah, coba tiga tahun. Lama-kelamaan udah deh lulus ngga kerasa hehe”, jelas Ustadz Jameel dengan penuh tawa. Memang benar, kalau tidak dicoba ya ngga bakal bisa.

Menurut beliau, di pesantren kita ini sedang Belajar Hidup dan Kehidupan. Bukan hanya ilmu agama tetapi juga ilmu sehari-hari kita dapatkan di dunia pondok pesantren. Para santriwan dan santriwati kita siapkan agar mereka siap menghadapi The True Life saat mereka lulus dari pondok pesantren kelak.

Selain itu, beliau juga mengajarkan tentang do’a yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada sahabatnya, Ibnu Abbas r.a. Do’a ini beliau ajarkan kepada beliau agar diberi kemudahan dalam mempelajari ilmu agama dan Al Qur’an beserta tafsirnya. Berikut do’a nya.

           Allohumma faqqihhu fiddin wa ‘allimhuttakwil, yang artinya “Ya Allah, beilah kemudahan kepadanya dalam urusan agama dan ajarkannya Takwil (tafsir Al Qur’an)”. Pesan beliau, dawamkan doa tersebut setiap hari selesai sholat. Insyaa Allah dengan izin Allah SWT segalanya akan dipermudah.

Tak lupa di akhir pembicaraa, Ustadz Jameel juga berpesan kepada para santri dan pengurus agar perbanyak berdzikir Astaghfirullohal’adzim dan perbanyak bacaan takbir di awal bulan Dzulhijjah yang insyaa Allah penuh berkah ini.

Semoga dapat memberi motivasi dan semangat kepada para santri untuk terus belajar di pondok pesantren dan menjadi putra putri seperti yang diharapkan oleh orang tua mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *